BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

what is oxo degradable plastic

2023-11-28

Oxo degradable plastic adalah jenis plastik yang mengalami oksidasi dalam kondisi tertentu. Oksidasi terjadi ketika suatu bahan terpapar oksigen, yang menyebabkan perubahan kimia pada bahan tersebut. Dalam hal plastik oksidatif ini, proses oksidasi menghasilkan pemecahan rantai molekul polimer, yang pada akhirnya mengakibatkan penghancuran struktur plastik.

Oxo degradable plastic diproduksi dengan mencampurkan bahan aditif khusus ke dalam polimer biasa. Bahan aditif ini berfungsi sebagai katalisator oksidasi, yang mempercepat proses pemecahan rantai molekul plastik. Biasanya, aditif ini terdiri dari logam seperti besi, kobalt, atau mangan yang ada dalam bentuk senyawa organik. Aditif oksidatif ini juga dapat mengandung zat pengatur keasaman (pH), stabilizer UV, serta senyawa lain yang membantu dalam proses degradasi.

Proses degradasi oksidatif dimulai ketika plastik oksidatif terpapar sinar matahari atau panas. Paparan ini mengaktifkan bahan aditif oksidatif, yang memecah rantai molekul plastik menjadi fragmen yang lebih kecil. Fragmen plastik yang terbentuk selanjutnya teroksidasi lebih lanjut oleh bahan aditif sehingga menjadi lebih rapuh dan mudah terurai. Proses ini berbeda dengan degradasi biologis, di mana plastik dipecah oleh mikroorganisme. Oxo degradable plastic masih belum tergolong sebagai produk ramah lingkungan karena menghasilkan fragmen plastics tersebut.

Keuntungan penggunaan oxo degradable plastic adalah bahwa seiring berjalannya waktu, plastik ini akan mengalami degradasi dan terurai menjadi fragmen yang lebih kecil. Fragmen plastik yang lebih kecil ini kemudian dapat terurai lebih lanjut menjadi senyawa organik yang tidak berbahaya. Jadi, dibandingkan dengan plastik konvensional, oxo degradable plastic memiliki potensi lebih rendah untuk menjadi sampah plastik jangka panjang.

Namun, terlepas dari keuntungan tersebut, ada beberapa kekhawatiran terkait dengan penggunaan oxo degradable plastic. Salah satunya adalah potensi pelepasan zat aditif oksidatif ke lingkungan seiring dengan degradasi plastik. Jika ini terjadi, zat aditif dapat mencemari tanah, air, dan ekosistem lain. Dampak kesehatan jangka panjang dari zat aditif ini masih belum sepenuhnya dipahami.

Selain itu, degradasi oksidatif juga dapat menghasilkan fragmen plastik yang sangat kecil, yang sulit dihilangkan dari lingkungan. Fragmen ini dapat terbawa oleh aliran air, masuk ke saluran air, sungai, dan laut, dan berpotensi mencemari ekosistem perairan. Fragmen plastik mikroskopis ini juga dapat dengan mudah terjadi tersedak oleh makhluk hidup dan masuk ke rantai makanan.

Untuk alasan ini, beberapa negara dan wilayah telah melarang atau mengatur penggunaan oxo degradable plastic. Mereka percaya bahwa upaya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke pilihan bahan alternatif yang lebih berkelanjutan lebih penting dan lebih efektif dalam mengatasi masalah sampah plastik.

Mengatasi permasalahan sampah plastik memang sulit, tetapi inisiatif seperti recycling (daur ulang) dan composting (pengomposan) tetap menjadi pilihan yang lebih baik daripada mengandalkan oxo degradable plastic. Recycling dan composting dapat membantu mengurangi jumlah plastik yang berakhir di lahan pembuangan sampah, serta mengurangi ketergantungan pada produksi plastik baru.

Pada akhirnya, penggunaan oxo degradable plastic masih menjadi kontroversi dalam upaya mengurangi masalah limbah plastik. Sementara tampaknya memiliki manfaat dalam mengurangi ketahanan plastik terhadap pelapukan, efek sampingnya masih belum sepenuhnya dipahami. Oleh karena itu, penting bagi konsumen dan produsen untuk menimbang dengan hati-hati dampak penggunaan oxo degradable plastic dan membuat pilihan yang lebih berkelanjutan untuk lingkungan.