BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

melt strength of pbat/pla

2023-11-22

Melt strength adalah salah satu karakteristik penting dalam penentuan kualitas bahan plastik. Ini menggambarkan kemampuan bahan plastik untuk menahan deformasi saat dipanaskan dan tahan terhadap putus yang dapat terjadi selama proses pengolahan.

Dalam industri plastik, Poli(Asam Adipat Terfitalat) (PBAT) dan Asam Polilaktat (PLA) adalah dua bahan yang semakin populer digunakan sebagai alternatif untuk plastik konvensional berbasis minyak bumi. Kedua bahan ini ramah lingkungan karena berasal dari sumber alami dan dapat terdegradasi secara biologi setelah digunakan.

PBAT adalah poliester alifatik yang terbuat dari asam adipat dan asam tereftalat. Sementara itu, PLA adalah poliester alifatik yang biasanya terbuat dari gula jagung atau pati jagung. Kedua bahan ini memiliki beberapa keunggulan yang sama, seperti biodegradabilitas dan sifat mekanik yang baik. Namun, mereka juga memiliki perbedaan karakteristik yang signifikan, seperti kekuatan tarik, kekakuan, dan kekerasan.

Salah satu perbedaan utama antara PBAT dan PLA adalah melt strength mereka. Melt strength PBAT lebih tinggi daripada PLA. Melt strength PBAT yang tinggi membuatnya menjadi bahan yang lebih cocok untuk penggunaan di bidang seperti film plastik, kemasan makanan, dan produk-produk tahan lama yang memerlukan daya tarik yang lebih tinggi.

Melt strength yang tinggi pada PBAT berarti bahwa bahan ini dapat mempertahankan kekuatan dan bentuknya saat dipanaskan. Ini sangat penting dalam proses ekstrusi, di mana bahan plastik dilelehkan dan ditekan melalui cetakan untuk membentuk produk akhir. Selama proses ini, jika bahan memiliki melt strength yang rendah, itu dapat menyebabkan deformasi, kehilangan detail, atau bahkan putus.

PLA, di sisi lain, memiliki melt strength yang lebih rendah. Ini membuatnya lebih cocok untuk penggunaan dalam cetakan injeksi untuk membentuk produk yang lebih rumit dengan rincian yang lebih halus. Melt strength yang rendah pada PLA memungkinkan aliran yang lebih lancar dan pengisian cetakan yang lebih baik, menghasilkan produk akhir yang memiliki detail yang lebih baik dan permukaan yang lebih halus.

Namun demikian, melt strength yang rendah pada PLA juga dapat menjadi kekurangan. Saat dipanaskan, PLA rentan terhadap deformasi dan kemungkinan putus selama proses pengolahan. Ini dapat menyebabkan masalah seperti ketidakstabilan dimensi dan keretakan pada produk akhir.

Untuk meningkatkan melt strength pada PLA, beberapa penambahan bahan lain dapat digunakan, seperti aditif dan serat penguat. Penambahan aditif khusus seperti asam stearat atau polimer tipe garam dapat membantu meningkatkan melt strength PLA, dan serat penguat seperti serat stek dapat memberikan kekuatan tambahan pada bahan tersebut.

Dengan meningkatnya permintaan akan alternatif yang ramah lingkungan untuk plastik konvensional, penting untuk memahami dan mempelajari karakteristik bahan seperti melt strength PBAT dan PLA. Melt strength yang baik diperlukan untuk memastikan kualitas dan keandalan produk akhir, serta memastikan proses pengolahan yang efisien.

Dalam kesimpulan, melt strength adalah karakteristik penting dalam penentuan kualitas bahan plastik. PBAT memiliki melt strength yang lebih tinggi daripada PLA, membuatnya lebih cocok untuk penggunaan dalam aplikasi yang memerlukan kekuatan dan daya tahan yang tinggi. Meskipun PLA memiliki melt strength yang lebih rendah, penambahan aditif dan serat penguat dapat membantu meningkatkan sifat tersebut.