BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

que es oxo biodegradable

2023-11-26

Oxo-biodegradable adalah salah satu jenis polimer yang dikembangkan untuk membantu mengatasi masalah sampah plastik yang sulit terurai di alam. Polimer ini mengandung bahan tambahan yang memungkinkannya untuk terurai secara alami dan dioksidasi dengan bantuan sinar matahari atau panas.

Oxo-biodegradable terbuat dari polietilena yang diberi tambahan molekul pemicu oksidasi, seperti logam berat atau zat kimia tertentu. Zat tambahan ini membuat polimer menjadi lebih reaktif terhadap oksigen dan ultraviolet yang ada di alam. Ketika polimer ini terkena sinar matahari atau panas, zat tambahan akan memecah rantai polimer dan memicu proses terjadinya oksidasi secara perlahan.

Proses oksidasi ini membuat struktur polimer rapuh dan rentan terhadap kerusakan lebih lanjut. Dalam jangka waktu tertentu, polimer akan terurai menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil. Fraksi molekul yang sangat kecil ini kemudian akan terus mengalami degradasi dengan bantuan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.

Selama proses degradasi ini, molekul-molekul polimer akan terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti air, karbon dioksida, dan biomassa. Senyawa-senyawa ini lebih mudah diserap oleh lingkungan dan dapat terurai secara alami tanpa meninggalkan jejak polusi atau sampah plastik yang sulit terurai.

Keunggulan utama dari okso-biodegradable adalah kemampuannya untuk mempercepat proses degradasi sampah plastik. Dalam kondisi optimal, polimer ini dapat terurai dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun, tergantung pada ketebalan dan kondisi lingkungan. Hal ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan plastik konvensional yang dapat membutuhkan ratusan tahun untuk terurai.

Selain itu, okso-biodegradable juga dapat mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah plastik. Dengan terurai secara alami, polimer ini mengurangi risiko akumulasi di lautan, sungai, dan daerah rawa yang dapat menyebabkan pencemaran air serta kematian hewan dan tumbuhan.

Namun, ada beberapa kekhawatiran terkait penggunaan okso-biodegradable ini. Salah satunya adalah risiko terjadinya fragmentasi mikroplastik yang dapat menyebabkan dampak kesehatan dan lingkungan yang belum sepenuhnya dipahami. Ketika polimer terurai menjadi fragmen-fragmen yang sangat kecil, mereka dapat dengan mudah terbawa oleh air, angin, atau hewan ke berbagai ekosistem.

Selain itu, ada pula perdebatan tentang keefektifan oksidasi dan degradasi okso-biodegradable di lapangan. Beberapa penelitian mempertanyakan apakah proses oksidasi dan degradasi polimer ini berlangsung sesuai dengan yang diharapkan dan apakah hasil degradasi benar-benar ramah lingkungan.

Dalam mengatasi masalah sampah plastik, penggunaan okso-biodegradable dapat menjadi salah satu solusi yang layak untuk dipertimbangkan. Namun perlu tetap diingat bahwa pendekatan ini tidak bisa menjadi satu-satunya solusi. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendaur ulang, dan mendukung pengembangan plastik ramah lingkungan adalah beberapa langkah penting lainnya untuk mengurangi dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan.